logo

Written by M. Arief Jauhari, S.A.P. on . Hits: 41

Pembinaan Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta

Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta

pa-wates.go.id (Rabu, 20/11/19)

Seluruh hakim, pejabat struktural dan pejabat fungsional, serta pegawai Pengadilan Agama Wates, hari Rabu siang (20/11) berkumpul di Ruang Sidang I Pengadilan Agama (PA) Wates dalam rangka mengikuti pembinaan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Yogyakarta, Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Panitera PTA Yogyakarta, dan Sekretaris PTA Yogyakarta.

"Pengadilan Agama Wates belumlah lama naik kelas menjadi pengadilan agama kelas IB, sehingga banyak sarana yang masih tertinggal dibandingkan dengan gedung PA lain, termasuk aula sehingga kami hanya dapat menerima pembinaan di ruang sidang yang sempit ini," sambut Ketua PA Wates, Drs. Nasrul, MA., sekilas memperkenalkan PA Wates kepada Wakil Ketua PTA Yogyakarta yang baru dilantik pada tanggal 30 Oktober lalu.

Ketua PA Wates juga menyampaikan berkurangnya pegawai PA Wates dalam jumlah yang cukup banyak dibandingkan dengan jumlah pegawai di tahun lalu karena banyak pegawai yang diangkat menjadi panitera pengganti di luar PA Wates.

"PA Wates juga hanya memiliki tiga orang hakim termasuk Ketua, sehingga persidangan dilakukan dengan hakim tunggal," Ujar Ketua PA Wates.

Menariknya, dalam paparan singkat Ketua PA Wates, meski jumlah hakim dan pegawai berkurang drastis, PA Wates sapat mempertahankan kinerjanya dalam raport berkala SIPP yang dikeluarkan oleh Ditjen Badilag. Termasuk juga dapat mempertahankan penghargaan dari instansi lain. 

Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Drs. H. Agus Budiadji, SH., MH., dalam kesempatan pembinaan pertamanya berpesan untuk selalu menjaga dan menegakkan martabat dan wibawa hakim dan aparatur peradilan dengan menghindari tawaran atau iming-iming dari pihak berperkara.

"Demikian juga halnya menerima tawaran sebagai perantara," tambahnya. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PTA Bangka Belitung ini mengingatkan bahwa sikap antigratifikasi haruslah ada selamanya dalam diri masing-masing. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua mengingatkan kepada seluruh wajib lapor LHKPN untuk mematuhi kewajibannya mengirim laporan harta kekayaannya tepat waktu, paling lambat sebelum bulan Maret.


Pembinaan selanjutnya disampaikan oleh Panitera PTA Yogyakarta, Drs. Djuhrianto Arifin, SH., MH. yang mengingatkan agar semua pengadilan agama, termasuk PA Wates harus segera menerapkan sembilan aplikasi unggulan dari Badilag paling lambat tanggal 24 November 2019. Panitera juga mengingatkan PA Wates untuk mempersiapkan dan melaksanakan standarisasi ruang sidang berdasar SK Dirjen Badilag nomor 5538 Tahun 2019 dengan batas waktu pada akhir Maret 2019.

Selanjutnya, mengawali giliiran pembinaannya, Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, Karyarini Fatonah, SH., MM. menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Agama Wates dalam hal kedisiplinan kerja terkait tertib jam kerja.

"Hakim atau pegawai PA Wates masih ada yang lambat datang atau cepat pulang, tapi prosentasenya kecil bahkan terkecil dibanding PA lain se-DIY," ujarnya.

Namun demikian beliau mengharapkan kedisiplinan tersebut dapat ditingkatkan sehingga diharapkan di tahun depan tidak ada hakim atau pegawai yang terlambat datang atau pulang cepat dari jam yang ditentukan. Menurutnya, negara telah mengeluarkan anggaran begitu besar untuk kesejahteraan pegawai sehingga sudah seharusnya pegawai mewujudkan rasa syukurnya dengan menunjukkan disiplin dan kinerja yang baik.

Masih terkait kinerja yang baik dalam mewujudkan pelayanan yang prima, menyinggung hasil assesment surveilance akreditasi penjaminan mutu (APM) pengadilan yang baru saja dilaksanakan di PA Wates, Sekretaris PTA Yogyakarta yang juga merupakan accessor eksternal dari Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Agama menyampaikan pentingnya internalisasi akreditasi yang mendukung hampir 75 persen dalam mewujudkan zona integritas di PA Wates yang akan dilaksanakan di tahun 2020.

"Zona integritas sebenarnya juga merupakan implementasi pekerjaan sehari-hari kita juga namun memerlukan dokumentasi, monitoring dan evaluasi secara kontinyu," pesan Sekretaris.

Beberapa hal yang juga ditekankan oleh Sekretaris PTA Yogyakarta adalah mengenai kewajiban PA Wates untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024 dengan memeriksa kembali manajemen resiko dan analisa SWOT, menyusun renstra belanja modal, dan melaksanakan belanja modal di triwulan I.

"Üntuk mencapai semua itu dengan baik, mari kita bangun komunikasi, kordinasi, kerja sama, dan agar permasalahan diselesaikan segera," himbau Sekretaris PTA.

Pembinaan Ketua PTA Yogyakarta

Menanggapi keluhan Ketua PA Wates, kurangnya pegawai, terutama dalam hal kurangnya jumlah hakim, Ketua PTA Yogyakarta, Drs. H. M. Said Munji, SH., MH., menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah disampaikan kepada Dirjen Badilag sehingga diharapkan kekurangan tersebut tidak berlangsung lebih lama. Namun demikian, Ketua PTA Yogyakarta mengharapkan sebagai hakim tunggal tetap memperhatikan seluruh administrasi perkara yang ditanganinya. 

Hal penting lain yang disampaikan Ketua PTA Yogyakarta adalah agar seluruh hakim harus menjaga adab dan etika ketika bersidang.

"Jangan bercanda berlebihan atau membuat sikap yang membuat para pihak tersinggung," tegasnya.

 "Kalau memang ada hal-hal yang rumit, deadlock yang confuse silahkan ditanyakan ke PTA. Pokoknya jangan sampai membuat nasib orang tidak menentu," tambah Ketua PTA.

Menutup pembinaannya, Ketua PTA Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap kinerja PA Wates dengan keterbatasan sumber daya manusia tetap konsisten mempertahankan kinerjanya tetap baik.

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA WATES KLAS I B

Jl. K. H. Ahmad Dahlan Km.2,6 Wates, KP

Daerah Istimewa Yogyakarta

Telp: 0274-773053 / Fax: 0274-773478

Email  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.ahoo.com

FB: https://www.facebook.com/pawates.diy

Twitter : https://twitter.com/PaWates

IG : https://www.instagram.com/pa.wates/